Kalau topik ini dibahas di internet, biasanya langsung liar ke mana-mana. Ada yang bilang, “Yahudi dari dulu benci Yesus.” Ada juga yang pura-pura semua cuma salah paham biasa. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.
Pertama, Yesus sendiri adalah orang Yahudi. Murid-murid-Nya juga Yahudi. Pengikut awal-Nya pun banyak yang Yahudi. Jadi kalau ada kalimat “orang Yahudi membenci Yesus,” itu sudah keliru dari start. Yang lebih tepat: sebagian pemimpin Yahudi pada masa itu menolak Yesus, bukan semua orang Yahudi tanpa kecuali.
Lalu kenapa Yesus ditolak? Bukan cuma karena urusan “mengaku Tuhan” lalu selesai. Dalam sudut pandang Kristen, Yesus memang dipahami ilahi. Tapi dalam keyakinan Yahudi, gagasan bahwa manusia adalah Tuhan jelas ditolak. Di situlah benturannya. Ditambah lagi, Yesus bicara dengan otoritas besar, mengkritik elite agama, dan muncul di masa politik Romawi yang tegang. Jadi masalahnya campur: teologi, otoritas, dan politik. Bukan drama satu kalimat.
Jadi, apakah semua Yahudi menolak Yesus? Tidak. Justru itu poin yang sering dibuang supaya narasinya lebih galak. Banyak orang Yahudi mengikuti Yesus. Banyak juga yang mendengarkan-Nya. Jadi, kalau ada yang memukul rata seluruh Yahudi, itu bukan sedang membela iman. Itu sedang menyederhanakan sejarah sampai penyok.
Sekarang soal berita: apakah benar ada kasus orang Yahudi meludahi orang Kristen? Ya, ada. Itu fakta. Laporan Rossing Center mencatat 111 insiden anti-Kristen pada 2024 di Israel dan Yerusalem Timur, dan bentuk gangguan yang paling sering dilaporkan memang termasuk tindakan meludah. Beberapa insiden juga diliput media dan ada pelaku yang ditangkap polisi.
Tapi di sini akal sehat harus tetap hidup. Adanya kasus nyata tidak otomatis membenarkan generalisasi bahwa “banyak umat Yahudi memang suka meludahi orang Kristen.” Itu lompatan logika. Yang benar adalah: ada pelaku, ada insiden, ada masalah serius, dan tindakan itu pantas dikecam. Tetapi menyapu seluruh umat Yahudi ke dalam tuduhan yang sama tetap tidak jujur.
Adakah Orang Yahudi di Israel yang Membela dan Membantu Kaum Kristen
Kalau mau jujur pada fakta, ceritanya tidak cuma gelap. Di tengah laporan tentang pelecehan terhadap orang Kristen, ada juga kabar baik yang sering tenggelam: sebagian tokoh Yahudi di Israel justru terang-terangan membela komunitas Kristen.
Pada 2024, sejumlah rabi Ortodoks di Yerusalem meluncurkan inisiatif publik yang meminta umat Yahudi berhenti meludah dan menghina orang Kristen. Mereka bahkan memasang seruan tertulis di area Kota Tua untuk menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak sesuai dengan ajaran Yahudi. Jadi, di saat ada pelaku yang bikin malu, ada juga tokoh Yahudi yang justru berkata, “cukup, ini salah.”
Selain itu, laporan media pada 2025 mencatat bahwa anggota Dewan Kepala Rabi Israel, Rabbi Eliezer Simcha Weiss, ikut mengecam pelecehan terhadap orang Kristen dan menegaskan bahwa kelompok ekstrem yang meludah serta menghina tidak mewakili Yudaisme.
Dari sisi negara, ada juga sinyal dukungan resmi. Presiden Israel Isaac Herzog pada Januari 2026 menerima para pemimpin Kristen di Tanah Suci dalam perayaan tahun baru dan menegaskan pentingnya relasi serta kehidupan bersama. Pemerintah Israel juga menyampaikan ucapan resmi Natal kepada komunitas Kristen pada Desember 2024. Ini memang bukan solusi ajaib, tetapi tetap menunjukkan bahwa di level resmi, komunitas Kristen diakui dan dirangkul, bukan dihapus dari peta.
Bahkan ketika laporan serangan terhadap Kristen meningkat, polisi Israel juga melakukan penahanan dalam sejumlah kasus peludahan terhadap rohaniwan Kristen di Yerusalem. Artinya, fakta yang jujur bukan cuma “ada serangan,” tetapi juga “ada penolakan terhadap serangan itu.”
Yesus memang ditolak oleh sebagian pemimpin Yahudi pada zamannya karena benturan keyakinan dan situasi politik saat itu. Dan hari ini memang ada kasus pelecehan terhadap orang Kristen yang dilakukan sebagian orang Yahudi ekstrem di Yerusalem.
Karena kebenaran itu kadang menyebalkan: ia tidak suka generalisasi, tidak suka fitnah massal, dan tidak peduli seberapa viral kemarahan kita.
Sumber
- Britannica - Jesus
- Britannica - Caiaphas
- Britannica - Jewish Palestine at the Time of Jesus
- My Jewish Learning - What Do Jews Believe About Jesus?
- Rossing Center - The 2024 Annual Report: Attacks on Christians in Israel and East Jerusalem
- Times of Israel - Report Shows Rise in Attacks on Christians in Israel
- Times of Israel - 2 Jewish Israelis Detained for Allegedly Spitting at Christian Cleric
- Vatican - Nostra Aetate
- EWTN - Orthodox Rabbis in Jerusalem Call on Jews to Stand Against Spitting at Christians
- Times of Israel - Political Climate Sparks Notable Increase in Attacks on Israel's Christians
- Jerusalem Post - Vatican Ambassador and MKs Condemn Harassment of Christians
- President of Israel - President Herzog Hosts Christian Leaders in the Holy Land for New Year’s Celebration
- Government of Israel - PM Netanyahu's Greeting to the Christian Community
- Times of Israel - 2 Jewish Israelis Detained for Allegedly Spitting at Christian Cleric in Jerusalem
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Punya pertanyaan, saran, atau kritik seputar topik ini? Yuk, tulis di kolom komentar.