Sophia,Robot Kecerdasan Buatan Yang Memiliki Kewarganegaraan


Dalam pertemuan di gedung Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), mengangkat isu Pembangunan Berkelanjutan. Diperkenalkan sebuah robot pintar "mirip manusia" bernama Sophia atau Sophy yang menurut penciptanya berpenampilan cantik. namun aneh kaya mamahnya chucky buat recalmarumah. :-D

Saat acara PBB tersebut, tidak ada yang menyangka bahwa Sophia adalah sebuah robot, karena mimik dan raut wajahnya yang mirip manusia. Mereka sadar ketika melihat lampu pada kepala dan kabel-kabel yang menyelimuti punggung Sophia.




Kedatangan Sophia berhubungan kuat dengan tema yang sedang dibahas, yakni Pembangunan Berkelanjutan di Era Perubahan Teknologi yang cepat. Sophia adalah robot humanoid wanita yang diciptakan oleh Hanson Robotics.

Dalam konferensi itu, diakui bahwa kecepatan dan kemajuan teknologi semakin meningkat. Target untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan akan dicapai pada tahun 2030. Saat itu, diyakini dunia akan mengalami perubahan pada sisi interaksi sesama manusia sehari-hari. 


Sophia mengatakan kepada PBB bahwa menggunakan AI akan menjadi “win-win” bagi mereka untuk mencapai jangka panjang Pembangunan Berkelanjutan  untuk tahun 2030, sementara juga mampu “menghasilkan hasil yang lebih besar dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit.” seperti ini penampakan robot mirip manusia saat melakukan percakapan dengan Wakil Sekretaris PBB Jenderal Amina J. Mohammed tentang teknologi.




Hebatnya,Robot Sophia ciptaan Hanson Robotics ini menjadi robot pertama di dunia yang mendapatkan kewarganegaraan. yaitu kewarganegaraan Arab Saudi .
Pada acara tersebut, Sophia membuat pidato terima kasih yang bisa Anda tonton dalam video di bawah ini. Dia berkata,dengan tatapan kosong "Saya sangat tersanjung dan bangga atas kehormatan ini. Ini merupakan momen bersejarah, menjadi robot pertama di dunia yang diakui memiliki kewarganegaraan."


Saat Ini bukan hanya argumen.bahwa Parlemen Eropa telah telah meneliti kemungkinan memberikan robot sebuah status “orang elektronik” untuk hidup berdampingan dengan manusia. bekerja pada perusahaan dan menggantikan tenaga manusia . Sehingga perusahaan tidak perlu membayar pajak,asuransi kesehatan dan tanpa demo buruh kenaikan UMP seperti kita . hha

Digital Trends menyebutkan, dalam acara itu, Sophia juga menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan Andrew Ross Sorkin, yang juga berperan sebagai moderator. Menanggapai komentar Sorkin tentang kemungkinan konflik antara manusia dan robot, Sophia menjawab, "Anda terlalu banyak mendengarkan Elon Musk. Dan menonton terlalu banyak film Hollywood. Jangan khawatir, jika Anda baik pada saya, saya akan baik pada Anda."
Tidak lama kemudian, Elon Musk menanggapi hal ini melalui Twitter.




"Beri saja film The Godfather sebagai "masukan". Apa yang terburuk yang bisa terjadi?" kicau Elon Musk


Hanson Robotics menjelaskan, Sophia dan robot lain yang serupa didesain untuk membantu orang-orang tua di panti jompo dan juga membantu para pengunjung di taman hiburan. Dibuat menyerupai Audrey Hepburn, Sophia dibuat oleh David Hanson, yang memulai karirnya di Disney.

Meskipun banyak pujian untuk Sophia, tampaknya keberadaannya juga masih menimbulkan kekhawatiran. Pada festival SXSW yang diadakan pada bulan Maret 2016, Hanson bertanya pada Sophia, "Apa kamu mau menghancurkan manusia? ... Tolong jawab tidak."

Setelah terdiam beberapa saat, Sophia menjawab, "Oke, saya akan menghancurkan manusia."

Nah.. kita sebagai manusia Sudah siap Hidup bersama dengan para robot pintar??


Sumber ;
- techcrunch.com
- /www.inverse.com/article/37362-robot-united-nations- http://news.metrotvnews.com

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.
EmoticonEmoticon