Kewirausahaan




Timmons dan Spinelli (2009) menggambarkan evolusi kewirausahaan yang telah mengubah dunia dalam 40 tahun terakhir ini ke dalam 4 bentuk transformasi entrepreneurial.

1. Kewirausahaan sebagai paradigma baru dalam manajemen.

2. Kewirausahaan sebagai paradigma baru dalam pendidikan.

3. Kewirausahaan sebagai paradigma baru dalam manajemen usaha non-profit dan philanthropy.

4. Kewirausahaan sebagai kurikulum dalam sekolah bisnis.


Definisi Kewirausahaan
Kewirausahaan merupakan bidang ilmu yang telah berkembang selama bertahun-tahun dan menarik untuk dikembangkan (Hisrich et al, 2008).

Hisrich mengemukakan bahwa individu yang mempelajari kewirausahaan akan memiliki keinginan tiga hingga empat kali lebih besar dalam memulai usahanya sendiri, bahkan memiliki pendapatan 20 hingga 30% lebih tinggi dibandingkan mereka yang mempelajari bidang lain.


Definisi wirausaha menurut Scarborough, Zimmere, dan Wilson (2009) adalah seorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan yang signifikan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga sumber-sumber daya tersebut dapat dikapitalisasikan.


Karakteristik Wirausaha menurut survei:

  1. Memiliki hasrat untuk mengambil tanggung jawab
  2. Mengambil risiko menengah
  3. Percaya diri
  4. Berhasrat untuk mengetahui umpan balik secapatnya
  5. Enerjik
  6. Berorientasi pada masa depan
  7. Keterampilan berorganisasi
  8. Menilai prestasi lebih tinggi daripada uang
Pada abad ke-20 muncul definisi wirausaha sebagai inovator, yaitu individu yang mengembangkan sesuatu yang khas.

Konsep inovasi dan kebaruan menjadi bagian menyeluruh dalam kewirausahaan, dimana tugas wirausaha tidak hanya untuk menciptakan dan mengkonseptualisasikan suatu hal baru, tetapi juga memahami seluruh kekuatan dalam lingkungan kerja.


Aspek Utama Wirausaha
1. Proses penciptaan hal baru
2. Memerlukan pengorbanan waktu & tenaga
3. Melibatkan imbalan menjadi wirausaha
4. Melakukan pengambilan resiko


Proses Entrepreneurial
Proses entrepreneurial sebagai proses dalam mengupayakan sebuah usaha baru, baik itu berupa produk baru yang akan diluncurkan ke dalam pasar, memasuki pasar baru bagi produk yang telah ada saat ini, dan atau penciptaan organisasi baru.


1. Identifikasi dan evaluasi peluang
  1. Evaluasi peluang
  2. Penciptaan & jangka waktu peluang
  3. Nilai riil & nilai yang dipersepsikan atas peluang
  4. Resiko & pengembalian atas peluang
  5. Peluang vs keahlian & tujuan pribadi
  6. Lingkungan yang kompetitif

2. Pengembangan rencana bisnis
  • 1.Judul rencana bisnis
  • 2.Daftar isi
  • 3.Ringkasan eksekutif
  • 4.Bagian utama:
1. Deskripsi usaha
2. Deskripsi industri
3. Rencana teknologi
4. Rencana pemasaran
5. Rencana keuangan
6. Rencana produksi
7. Rencana organisasi
8. Rencana operasional
9. Ringkasan
  • 5.Lampiran


3. Penentuan sumber daya yang diperlukan
  • - Tentukan sumber daya yang diperlukan
  • - Tentukan sumber daya yang dimiliki saat ini
  • - Identifikasikan kesenjangan sumber daya & pemasok yang tersedia
  • - Kembangkan akses atas sumber daya yang diperlukan


4. Pengelolaan usaha yang telah terbentuk
  • - Kembangkan gaya pengelolaan usaha
  • - Pahami variabel kunci kesuksesan
  • - Identifikasi permasalahan & potensi permasalahan
  • - Kembangkan strategi pertumbuhan

Faktor pembantuk jiwa Wirausaha
  • - Faktor Motivasional:
  • - Efikasi diri & Persepsi atas keinginan
  • - Pendidikan
  • - Nilai pribadi
  • - Usia
  • - Pengalaman kerja

Jenis-jenis Wirausaha
  • - Wirausaha muda
  • - Wirausaha perempuan
  • - Wirausaha minoritas
  • - Wirausaha imigran
  • - Wirausaha paruh waktu
  • - Wirausaha rumah tangga
  • - Usaha keluarga
  • - Wirasutri
  • - Wirausaha korban PHK & karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan
  • - Wirausaha sosial

Silahkan tinggalkan pesan jika Anda punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan.
EmoticonEmoticon