Home Dunia kita / kristen


Jaman dahulu, banyak belahan dunia yang dikuasai oleh Imperium Romawi, daerah jajahan Imperium ini yang sekarang jadi negara Italia, Israel, Palestina, Spanyol, Aljazair, Dll. Kebetulan agama Kristen bermula dari daerah Imperium Romawi sebelah Timur, yaitu Yerusalem, menyebar sampai ke seluruh area Imperium, bahkan sampai keluar juga ke Armenia dan Ethiopia.

Sebelum tahun 306 Masehi masa pemerintahan Kaisar Konstantinus Agung, umat Kristen banyak sekali yang mati martir dipersekusi oleh Kaisar anti-Kristen. Bentuk penyiksaannya sangatlah bermacam-macam, bahkan ada yang diadu dengan singa.

Setelah sekian lama menderita, akhirnya ada seorang Kaisar (yang ibunya) seorang penganut Kristen naik Takhta, yaitu Kaisar Konstantinus Agung.
Pada tahun 310 ia membuat maklumat yang dikenal dengan maklumat Milan, dalam maklumat ini persekusi terhadap kelompok agama manapun diberhentikan, seluruh warga Imperium Romawi bebas nyembah apapun entah itu matahari, pohon, bahkan kulit kuaci.

Maklumat Milan ini terkadang juga disebut sebagai "deklarasi toleransi", jadi secara de jure pada masa Kaisar Konstantinus Agung Imperium Romawi belum menjadi negara Kristen, tapi secara de facto sudah. Kaum Arian masih bebas tinggal di Imperium pada masa ini, bahkan pihak Istana dekat dengan tokoh-tokoh pendukung Arius.

Pada tahun 379 Masehi Kaisar Theodosius I naik takhta. Satu tahun setelah itu, pada tahun 380 ia mengeluarkan maklumat yang dikenal sebagai maklumat Tesalonika, mengesahkan Imperium Romawi sebagai Gereja Negara. Pada saat inilah secara de jure Imperium Romawi menjadi negara agama yang mana hukum Gereja diterapkan sebagai hukum negara dan Gereja berperan aktif dalam penerapan hukum negara.

Seluruh pegawai pemerintahan berbondong-bondong memeluk iman Kristen yang sah sesuai Konsili Nikea demi karir, orang-orang "pagan" dilarang untuk melakukan kurban hewan dan kuil-kuil mereka ditutup.

Setelah keluar maklumat Tesalonika, banyak sekali persekusi yang dilakukan orang-orang Kristen terhadap kelompok bidat (salah satunya Arianis) dan orang-orang pagan, Yahudi, dan homo seksual dengan didukung tokoh-tokoh Gereja bahkan kuil-kuil mereka banyak yang dihancurkan oleh masyarakat Kristen.

Setelah banyak persekusi yang bahkan dilakukan oleh pemerintahan, Kaisar Theodosius I bertobat mengakui dosanya disaksikan jemaat dan Santo Ambrosius Uskup Milan.

Pada tahun 1453 Sultan Mehmed II berhasil memenangkan perang melawan Imperium Romawi Timur, menjarah ibu kota Konstantinopel dan menggantikan posisi Kaisar Kristen menjadi Sultan Islam.

Penjajahan memang tidak baik, org yang tidak andil dalam peperangan juga bisa mendapatkan kerugian yang besar, namun efek setelahnya tidaklah sepenuhnya dinilai buruk. Dalam masa penjajahan Kekhalifahan Islam, semangat militansi umat Kristen makin kuat, bahkan semangat bermisi juga masih kuat walaupun negara melarang itu, karena bila ada orang yang pindah agama dari agama negara ke agama lain (dalam hal ini Kristen) maka orang tersebut dihukum mati dan pihak yang membantunya-pun terancam bahaya.

Selain militansi, umat Kristen jg mengalami pertukaran budaya yang kuat karena bertetangga dengan bangsa lain yang beragama lain. Orang Kristen juga diberikan daerah-daerah khusus oleh Kekhalifahan yang disebut Millet (semacam Jogja dan Aceh di Indonesia), dalam millet-millet ini komunitas Kristen dapat menerapkan hukum Gereja secara bebas dan memiliki pemimpin lokal yang adalah orang Kristen.

sistem negara manapun memiliki sisi baik dan buruknya, bahkan dalam Demokrasi, masih saja ada kasus persahabatan yang saling membunuh hanya untuk kursi kekuasaan saat pemilu (partai politik atau pemerintahan).

Baca juga :

No comments

Post a Comment

Punya saran, kritik, atau pertanyaan seputar topik pembahasan. hyu isi koment dibawah.

to Top